– Admin –
06 Juni 2026

 

Sampit, 6 Juni 2026 – SD Alam Bumi Khatulistiwa sukses menyelenggarakan kegiatan Trial Class, Nature Camp, dan Parenting Tumbuh Kembang Anak yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit pada Sabtu (06/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan calon peserta didik beserta orang tua yang ingin mengenal lebih dekat konsep pendidikan yang akan diterapkan di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Berlangsung sejak pagi hari, kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak maupun orang tua. Anak-anak mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran berbasis pengalaman melalui Trial Class dan Nature Camp, sementara para orang tua mengikuti sesi Parenting Tumbuh Kembang Anak yang menghadirkan narasumber profesional di bidang tumbuh kembang anak.

Suasana Taman Kota Sampit yang asri dan terbuka menjadi tempat yang ideal untuk memperkenalkan konsep pembelajaran yang dekat dengan alam, aktif, dan menyenangkan. Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta sudah terlihat dari semangat anak-anak yang datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti setiap rangkaian acara.

Membangun Keberanian dan Keceriaan Melalui Permainan Kelompok

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan permainan kelompok yang bertujuan membangun kedekatan antara peserta, guru, dan fasilitator. Berbagai permainan edukatif dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Melalui permainan tersebut, peserta belajar mengenai kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan mengikuti aturan. Anak-anak yang awalnya tampak malu perlahan mulai berani berinteraksi, bermain bersama, dan menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Bagi SD Alam Bumi Khatulistiwa, permainan bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, tetapi merupakan sarana belajar yang efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan karakter anak sejak dini.

Morning Circle: Mengawali Pembelajaran dengan Kebersamaan

Setelah permainan kelompok, seluruh peserta mengikuti kegiatan Morning Circle. Dalam sesi ini anak-anak diajak duduk melingkar bersama guru untuk membangun suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.

Morning Circle menjadi sarana untuk mengenalkan tema pembelajaran hari itu, membangun rasa ingin tahu, serta melatih kemampuan anak dalam mendengarkan, berbicara, dan menyampaikan pendapat.

Kegiatan ini juga menjadi gambaran bagaimana suasana pembelajaran di SD Alam Bumi Khatulistiwa yang mengedepankan komunikasi dua arah, penghargaan terhadap setiap anak, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar.

Eksplorasi Alam: Belajar Langsung dari Lingkungan Sekitar

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi eksplorasi alam. Anak-anak diajak berkeliling area Taman Kota Sampit untuk mengamati berbagai benda yang ada di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan ini, peserta diminta mencari dan mengelompokkan benda-benda berdasarkan warna yang ditemukan di alam. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika menemukan daun, bunga, batu, maupun benda lain yang sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Melalui kegiatan eksplorasi, peserta tidak hanya belajar mengenal warna, tetapi juga melatih kemampuan observasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan.

Pembelajaran seperti ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan berbasis alam, di mana lingkungan sekitar dijadikan sebagai sumber belajar yang kaya dan bermakna.

Eksperimen Warna: Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Melalui Sains Sederhana

Setelah melakukan eksplorasi, peserta mengikuti kegiatan eksperimen warna yang tidak kalah seru. Anak-anak diperkenalkan pada warna primer dan diajak melakukan percobaan sederhana untuk melihat bagaimana warna-warna tersebut dapat menghasilkan warna baru ketika dicampurkan.

Sorak kegembiraan dan rasa kagum terlihat ketika peserta menyaksikan perubahan warna yang terjadi selama proses eksperimen. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya mendengar penjelasan dari guru.

Melalui eksperimen warna, peserta belajar mengamati, memprediksi, mencoba, dan menarik kesimpulan dari hasil yang mereka peroleh. Proses ini membantu menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah sekaligus rasa ingin tahu yang merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran.

Membatik: Mengembangkan Kreativitas dan Kemandirian Anak

Kegiatan berikutnya adalah proyek kreatif membatik yang menjadi salah satu momen favorit peserta. Dalam kegiatan ini anak-anak diperkenalkan pada proses sederhana pembuatan batik melalui teknik ikat dan pewarnaan.

Peserta belajar mengikat kain sesuai kreativitas masing-masing sebelum melihat proses pewarnaan yang menghasilkan motif unik dan berbeda pada setiap karya.

Selain melatih keterampilan motorik halus, kegiatan membatik juga mengajarkan kesabaran, ketelitian, kreativitas, serta rasa percaya diri. Anak-anak terlihat bangga ketika melihat hasil karya yang mereka buat sendiri.

Melalui kegiatan ini, peserta belajar bahwa setiap karya memiliki keunikan dan nilai tersendiri, sebagaimana setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda untuk dikembangkan.

Parenting Tumbuh Kembang Anak Bersama Terapis Okupasi

Sementara anak-anak mengikuti Trial Class dan Nature Camp, para orang tua mengikuti sesi Parenting Tumbuh Kembang Anak yang menghadirkan Ibu Adellin V. F. Wijaya, S.Tr.Kes., Terapis Okupasi dari Rumah Terapi Kids Joy sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Ibu Adellin menjelaskan pentingnya memahami tahapan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pentingnya memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan masing-masing anak.

Beliau juga menjelaskan bahwa setiap anak memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan perkembangan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang tepat dari lingkungan keluarga maupun sekolah.

Selain membahas aspek perkembangan motorik, sensorik, sosial, dan kemandirian anak, sesi parenting juga membuka ruang diskusi bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman serta berkonsultasi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pengasuhan.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Banyak orang tua yang aktif bertanya mengenai cara mendukung perkembangan anak di rumah, kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar, hingga strategi membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Yayasan Turut Menyampaikan Visi dan Misi Sekolah

Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari Ketua Yayasan Pendidikan Bumi Khatulistiwa, Ibu Ida Oetari Poernamasasi, S.A.P., M.A., yang turut hadir dan menyaksikan jalannya Trial Class, Nature Camp, serta sesi Parenting Tumbuh Kembang Anak.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ida menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta yang hadir serta memperkenalkan visi dan misi SD Alam Bumi Khatulistiwa kepada para orang tua. Beliau menjelaskan bahwa SD Alam Bumi Khatulistiwa hadir sebagai alternatif pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi anak, serta penumbuhan kecintaan terhadap alam dan lingkungan.

Beliau juga menyampaikan bahwa proses belajar di SD Alam Bumi Khatulistiwa dirancang agar anak memperoleh pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Lingkungan alam tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran yang membantu anak mengembangkan rasa ingin tahu, kemandirian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial.

Dalam pemaparannya, Ibu Ida menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk membangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak dapat berjalan hanya oleh sekolah semata, melainkan memerlukan kolaborasi yang erat dengan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak.

Kehadiran Ketua Yayasan dalam kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk mengenal lebih dekat filosofi, arah pengembangan, serta nilai-nilai yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Antusiasme Peserta Menjadi Motivasi untuk Terus Berkembang

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan foto bersama seluruh peserta. Menariknya, pada sesi penutupan banyak anak yang menyampaikan bahwa mereka ingin kembali mengikuti kegiatan serupa dan tertarik untuk bersekolah di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Respon positif juga datang dari para orang tua yang mengapresiasi konsep pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman langsung, eksplorasi alam, pengembangan karakter, serta keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Melalui kegiatan Trial Class, Nature Camp, dan Parenting Tumbuh Kembang Anak ini, SD Alam Bumi Khatulistiwa berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, aman, dan bermakna bagi anak-anak sekaligus menjadi mitra bagi orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang putra-putri mereka.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam memperkenalkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada proses pembentukan karakter, kemandirian, kepemimpinan, kreativitas, serta kecintaan terhadap alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Saat ini SPMB SD Alam Bumi Khatulistiwa Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka bagi peserta didik baru yang ingin merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan dekat dengan alam.

“Belajar dari Alam, Bertumbuh dengan Bahagia.”