– Admin –
24 Juli 2026

 

Sampit, 13–17 Juli 2026 – SD Alam Bumi Khatulistiwa sukses melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026.

Mengusung tema “Mengenal, Belajar, dan Tumbuh Bersama”, kegiatan MPLS dirancang sebagai masa transisi yang menyenangkan bagi peserta didik baru agar mereka dapat mengenal lingkungan sekolah, membangun hubungan dengan guru dan teman, serta menumbuhkan rasa aman dan percaya diri sebelum memasuki proses pembelajaran akademik.

Berbeda dengan anggapan bahwa hari-hari pertama sekolah harus langsung diisi dengan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung, SD Alam Bumi Khatulistiwa meyakini bahwa keberhasilan proses belajar berawal dari kesiapan emosional anak. Oleh karena itu, selama lima hari pertama sekolah, peserta didik diajak mengikuti berbagai kegiatan yang berpusat pada pengembangan karakter, pengalaman nyata, pembiasaan positif, dan pembelajaran berbasis alam.

Sejak hari pertama, suasana sekolah dipenuhi dengan senyum, tawa, dan semangat anak-anak yang mulai mengenal lingkungan belajar baru mereka. Seluruh guru menyambut peserta didik dengan hangat sehingga tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan sebagai awal perjalanan mereka di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Hari Pertama: Mengenal Teman, Guru, dan Sekolah

Hari pertama menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mulai mengenal keluarga besar SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Kegiatan diawali dengan penyambutan peserta didik oleh para guru, dilanjutkan dengan sesi perkenalan bersama teman-teman sekelas. Berbagai permainan kerja sama dilakukan untuk mencairkan suasana sekaligus membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pada kesempatan ini peserta didik juga berkenalan dengan maskot sekolah, Jono, yang hadir menemani berbagai aktivitas selama MPLS. Kehadiran Jono membuat suasana belajar semakin menyenangkan dan membantu anak-anak merasa lebih dekat dengan lingkungan sekolah.

Selain itu, peserta didik belajar makan bersama, menyiapkan alas makan secara mandiri, serta mengikuti kegiatan Circle Time, yaitu duduk melingkar bersama guru dan teman untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan membangun rasa percaya diri.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, anak-anak mulai belajar mengenai kemandirian, keberanian berkomunikasi, kebersamaan, serta pentingnya saling menghargai satu sama lain.

Hari Kedua: Belajar Bersama Alam

Hari kedua diisi dengan berbagai aktivitas yang mengajak anak belajar langsung dari lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan Senam G7KAIH yang bertujuan membangun semangat, kesehatan, dan kebersamaan sebelum memulai aktivitas belajar.

Setelah itu peserta didik membuat kolase menggunakan daun-daun yang ditemukan di sekitar lingkungan sekolah. Aktivitas sederhana ini melatih kreativitas sekaligus mengenalkan bahwa berbagai benda di alam dapat menjadi media belajar yang menarik.

Anak-anak kemudian melakukan eksplorasi lingkungan untuk mengamati berbagai makhluk hidup yang mereka temui. Dalam kegiatan tersebut mereka menemukan kantong semar, bekicot, dan kaki seribu. Guru mengajak peserta didik mengamati setiap makhluk hidup tanpa merusaknya sehingga tumbuh rasa peduli terhadap alam dan lingkungan.

Melalui kegiatan eksplorasi, peserta didik belajar menggunakan seluruh inderanya untuk mengamati, bertanya, serta menemukan berbagai hal baru secara langsung. Pembelajaran seperti inilah yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan berbasis alam yang diterapkan di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Hari Ketiga: Belajar Peduli dan Bekerja Sama

Pada hari ketiga, peserta didik diajak mengembangkan kemampuan sosial melalui berbagai kegiatan yang melatih kerja sama dan kepedulian terhadap orang lain.

Kegiatan dimulai dengan permainan kelompok “Kereta Api” yang mengajarkan pentingnya bekerja sama, mengikuti aturan, serta saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.

Selanjutnya anak-anak mengikuti Circle Time, di mana setiap peserta diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman. Dalam kegiatan ini mereka belajar mendengarkan ketika teman berbicara, menghargai pendapat orang lain, serta menunggu giliran dengan sabar.

Sebagai penutup kegiatan hari ketiga, peserta didik menanam biji tanaman sebagai simbol bahwa setiap pertumbuhan memerlukan waktu, perhatian, dan tanggung jawab.

Melalui aktivitas tersebut, anak-anak belajar bahwa kepedulian bukan hanya ditunjukkan kepada sesama teman, tetapi juga kepada seluruh makhluk hidup dan lingkungan di sekitar mereka.

Hari Keempat: Menumbuhkan Budaya Positif Melalui 5S

Hari keempat difokuskan pada pembentukan karakter melalui pengenalan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Berbagai permainan, lagu, gerak, dan aktivitas bersama Jono membuat peserta didik memahami bahwa bersikap sopan santun dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Anak-anak belajar bagaimana menyapa guru dan teman, mengucapkan salam, menghargai orang lain, serta menunjukkan sikap santun dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan sederhana tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya positif di lingkungan sekolah sehingga karakter baik dapat tumbuh sejak hari pertama anak memasuki dunia pendidikan dasar.

Hari Kelima: Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab

Hari terakhir MPLS menjadi penutup yang penuh makna.

Peserta didik dikenalkan dengan tata tertib lalu lintas sebagai bagian dari pendidikan keselamatan sejak dini. Mereka juga belajar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui praktik mencuci tangan yang benar.

Setelah itu seluruh peserta mengikuti Circle Time terakhir untuk berbagi pengalaman selama mengikuti MPLS. Anak-anak dengan antusias menceritakan kegiatan yang paling mereka sukai, teman-teman baru yang mereka kenal, serta pengalaman berkesan selama lima hari berada di sekolah.

Kegiatan refleksi tersebut menjadi kesempatan bagi guru untuk melihat perkembangan keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri peserta didik yang mulai tumbuh selama mengikuti MPLS.

Penutupan MPLS dan Pemberian Apresiasi kepada Peserta Didik

Sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan MPLS, SD Alam Bumi Khatulistiwa mengadakan acara penutupan yang berlangsung penuh keceriaan dan kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, sekolah memberikan apresiasi kepada seluruh peserta didik baru berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis sebagai bentuk dukungan dan penyemangat dalam mengawali perjalanan belajar mereka.

Pemberian apresiasi ini bukan sekadar hadiah, tetapi merupakan simbol bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, memiliki potensi untuk berkembang, dan layak mendapatkan dukungan dalam proses pendidikannya.

Senyum bahagia terlihat dari wajah peserta didik ketika menerima hadiah tersebut. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa sekolah hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak.

Guru-guru turut memberikan motivasi agar peserta didik terus semangat belajar, berani mencoba hal-hal baru, serta selalu menjaga sikap baik yang telah mulai dibangun selama kegiatan MPLS.

Karakter Didahulukan Sebelum Akademik

Melalui rangkaian kegiatan MPLS, SD Alam Bumi Khatulistiwa ingin menunjukkan bahwa minggu pertama sekolah bukanlah waktu untuk memberikan tuntutan akademik yang berat.

Anak-anak yang baru memasuki jenjang sekolah dasar sedang menghadapi berbagai perubahan sekaligus, mulai dari lingkungan baru, guru baru, teman baru, aturan baru, hingga rutinitas baru. Oleh karena itu mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar merasa aman, nyaman, dan diterima.

Di SD Alam Bumi Khatulistiwa, kami percaya bahwa karakter datang lebih dahulu sebelum akademik berkembang. Ketika anak telah memiliki rasa aman, percaya diri, mampu membangun hubungan dengan guru dan teman, serta mencintai lingkungan belajarnya, maka proses pembelajaran akademik akan berlangsung dengan lebih optimal.

Menjadi Awal Perjalanan Belajar yang Bermakna

Berakhirnya kegiatan MPLS menandai dimulainya perjalanan baru bagi seluruh peserta didik sebagai bagian dari keluarga besar SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Selama lima hari, anak-anak tidak hanya mengenal sekolah, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang mandiri, peduli, percaya diri, bertanggung jawab, serta mencintai alam dan lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai inilah yang akan terus dikembangkan dalam setiap proses pembelajaran di SD Alam Bumi Khatulistiwa.

Melalui pendidikan berbasis alam yang dipadukan dengan penguatan karakter, sekolah berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Karena kami percaya, anak yang bahagia akan lebih siap untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi pribadi yang berdaya.”

Selama lima hari, peserta didik baru SD Alam Bumi Khatulistiwa mengikuti MPLS yang dirancang untuk membangun karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan, edukatif, dan dekat dengan alam sebagai bekal memasuki dunia sekolah.