14 Juni 2026
Sampit, 14 Juni 2026 – SD Alam Bumi Khatulistiwa kembali menghadirkan kegiatan edukatif bagi masyarakat melalui Program Huma Basa yang dilaksanakan di Taman Kota Sampit pada Minggu (14/06/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya sekolah untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan budaya literasi kepada anak-anak di ruang publik.
Kegiatan yang melibatkan tim GTK SD Alam Bumi Khatulistiwa ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin berlangsung setiap hari Minggu di Taman Kota Sampit. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua yang sedang menikmati suasana pagi di kawasan taman.
Melalui Program Huma Basa, SD Alam Bumi Khatulistiwa membuka sebuah stand edukatif berupa tenda yang dilengkapi dengan berbagai buku bacaan, aktivitas mewarnai, serta kegiatan membaca cerita bersama guru. Anak-anak yang datang dapat memilih aktivitas sesuai minat mereka sambil menikmati suasana belajar yang santai dan terbuka.
Huma Basa: Menghadirkan Ruang Belajar di Tengah Ruang Publik
Program Huma Basa dirancang sebagai ruang belajar yang dekat dengan masyarakat. Tidak harus berada di dalam kelas, kegiatan membaca, bercerita, dan berkarya dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk di ruang terbuka seperti taman kota.
Tenda yang didirikan oleh tim GTK SD Alam Bumi Khatulistiwa menjadi tempat berkumpul anak-anak untuk membaca buku, mewarnai, bermain, dan mengikuti aktivitas bersama guru. Berbagai buku bacaan anak disediakan untuk memberikan kesempatan kepada peserta mengenal lebih banyak cerita dan pengetahuan melalui kegiatan literasi yang menyenangkan.
Suasana taman yang hijau dan terbuka turut memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka dapat belajar sambil menikmati lingkungan sekitar, tanpa suasana kelas yang formal.
Mewarnai untuk Mengembangkan Kreativitas Anak
Selain membaca, kegiatan mewarnai menjadi salah satu aktivitas yang menarik perhatian anak-anak yang hadir. Anak-anak diberikan gambar untuk diwarnai dan didampingi oleh tim guru selama proses berlangsung.
Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak tidak hanya diajak untuk berkreasi, tetapi juga belajar mengenal warna, melatih koordinasi mata dan tangan, meningkatkan konsentrasi, serta mengekspresikan imajinasi melalui karya mereka.
Setiap anak diberikan kebebasan untuk memilih warna dan menyelesaikan gambar sesuai kreativitas masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan semangat pembelajaran SD Alam Bumi Khatulistiwa yang memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensi dirinya.
Membaca dan Mendengarkan Cerita Bersama Guru
Kegiatan literasi juga diisi dengan sesi membaca buku dan membacakan cerita. Beberapa guru dari tim GTK SD Alam Bumi Khatulistiwa secara bergantian mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca.
Anak-anak terlihat antusias memilih dan membuka berbagai buku yang tersedia. Ada yang membaca secara mandiri, sementara yang lainnya menikmati cerita yang dibacakan oleh guru.
Kegiatan membaca bersama ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku sejak dini. Dengan suasana yang santai dan menyenangkan, membaca diperkenalkan bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai aktivitas yang dapat memberikan pengalaman, pengetahuan, dan kesenangan.
Belajar Bersama di Tengah Suasana CFD
Pelaksanaan Program Huma Basa di tengah kegiatan Car Free Day memberikan kesempatan bagi SD Alam Bumi Khatulistiwa untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Anak-anak yang sedang bermain atau berjalan bersama orang tua di Taman Kota Sampit dapat singgah di stand dan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan.
Kehadiran orang tua juga turut memberikan warna dalam kegiatan tersebut. Sambil mendampingi anak membaca dan mewarnai, para orang tua dapat melihat secara langsung bagaimana SD Alam Bumi Khatulistiwa menghadirkan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan dekat dengan lingkungan.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sekolah kepada masyarakat sekaligus membangun kedekatan antara sekolah, anak, dan keluarga.
Belajar Tidak Harus di Dalam Kelas
Bagi SD Alam Bumi Khatulistiwa, kegiatan Huma Basa menjadi salah satu wujud nyata bahwa proses belajar dapat berlangsung di mana saja. Taman, lingkungan sekitar, dan ruang publik dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar anak ketika dimanfaatkan dengan baik.
Melalui kegiatan membaca, bercerita, dan berkarya, anak-anak diajak untuk belajar dengan cara yang lebih alami dan menyenangkan. Mereka dapat berinteraksi dengan orang lain, mengeksplorasi minat, serta mendapatkan pengalaman belajar langsung di lingkungan sekitar.
Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan SD Alam Bumi Khatulistiwa yang mengintegrasikan pembelajaran dengan pengalaman nyata, kreativitas, kemandirian, serta kedekatan dengan alam dan lingkungan.
Menumbuhkan Budaya Literasi Sejak Dini
Melalui Program Huma Basa, SD Alam Bumi Khatulistiwa berharap dapat ikut menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Kehadiran buku dan aktivitas membaca di ruang publik diharapkan dapat menciptakan pengalaman positif yang membuat anak semakin tertarik untuk membaca dan belajar.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi tim GTK untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan semangat pendidikan yang dibawa oleh SD Alam Bumi Khatulistiwa.
Dengan menghadirkan kegiatan sederhana namun bermakna, sekolah terus berupaya menciptakan ruang bagi anak untuk membaca, berkarya, bereksplorasi, dan belajar bersama alam.
Program Huma Basa di Taman Kota Sampit menjadi salah satu langkah SD Alam Bumi Khatulistiwa dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi dapat tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan serta masyarakat.
“Tumbuh dan Berdaya dalam Patriotisme.”